Sakramen Ekaristi

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Wednesday, November 3, 2010
bisnis paling gratis

Kategori : Sakramen Gereja Katolik

Dalam Gereja Katolik terdapat 7 sakramen, salah satunya adalah Sakramen Ekaristi. Dalam Sakramen Ekaristi, Roti dan anggur yang dikonsekrasikan oleh imam berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus lalu kemudian pada saat komuni kita menyambutnya dengan Hormat sekali,

Pada hari kamis Putih sakramen di Tahtakan kemudian diarak. hal ini adalah suatu hal yang tidak akan diragukan kebenarannya oleh Gereja Katolik karena Roti dan anggur yang dikonsekrasikan oleh imam berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus paham ini mempunyai dasar alkitabiah yang sangat kuat sekali misalnya dalam:

1.Injil Matius bab 26:26-29 dimana pada saat merayakan perjamuan terakhir Yesus berkata  
"AMBILLAH, MAKANLAH, INILAH TUBUH-KU" dan "MINUMLAH, KAMU SEMUA DARI CAWAN INI. SEBAB INILAH DARAHKU..." 
dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa Roti dan anggur itu benar-benar Tubuh dan Darah Yesus, karena dalam perikop tersebut Yesus tidak berkata
"makanlah, umpamakan ini Tubuh-Ku" Tetapi Yesus berkata "INILAH TUBUH-KU".

2.Injil Lukas 22:14:23, Lukas menekankan Perkataan Yesus  
"Perbuatlah ini menjadi Peringatan Akan Aku".

3.Injil Yohanes 6:25-59, Yesus menyatakan
"Daging-ku adalah Benar-Benar Makanan dan Darah-ku adalah Benar-Benar Minuman", Yesus Juga menyatakan bahwa Ekaristi adalah jaminan Kehidupan Kekal "Barangsiapa makan Daging-Ku dan Minum Darah-Ku, ia mempunyai Hidup yang Kekal dan Aku akan Membangkitkan dia pada akhir Zaman"

Yesus juga menyatakan Bahwa dengan ekaristi Kita bersatu dengan Yesus  
"Barangsiapa Makan daging-Ku dan Minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia" 
Yesus menyatakan hal ini bukan sebagai bahasa simbol / lambang tetapi yang sebenarnya sehingga orang yahudi berkata "perkataan ini sangat keras siapakah yang sanggup mendengarkannya" ini menunjukkan Yesus berkata bukan dengan bahasa lambang (Orang Yahudi tidak bisa menerima Kanibalisme)

Satu saudara kita dari Gereja lainnya mengatakan Yesus sebenarnya bicara dengan bahasa lambang buktinya
"Rohlah yang memberi hidup daging sama sekali tidak berguna perkataan-perkataan yang kukatakan kepadamu adalah Roh yang Hidup" (Yohanes 6:63) 
bila diteliti lebih lanjut Yesus berbicara "daging-Ku" ketika ia berbicara tentang Ekaristi sedangkan pada Yohanes 6:63 Yesus hanya berkata "daging" dan kata-kata terakhir Yesus dalam ayat ini "perkataan-perkataan yang kukatakan kepadamu adalah Roh yang Hidup" Yesus dalam hal ini tidak membicarakan Ekaristi lagi tetapi membicarakan tentang murid-murid yang mengundurkan diri itu.

4.Surat Paulus yang pertama kepada Jemaat di Korintus 11:17-33.
Rasul Paulus dalam suratnya menekankan Kesakralan Ekaristi  
"Barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan Roti atau minum cawan Tuhan ia berdosa terhadap Tubuh dan Darah Tuhan" 
dan secara langsung juga menekankan bahwa Roti dan Anggur yang telah diberkati (Dikonsekrasikan) benar-benar berubah menjadi TUBUH dan DARAH TUHAN YESUS sendiri.

Seringkali ini menimbulkan pertanyaan dan dipertentangkan dengan kemahahadiran Tuhan. Dalam hal ini kita harus membedakan antara 'kehadiran spiritual' dan 'kehadiran nyata'. Memang benar Tuhan hadir di mana-mana dalam setiap jiwa yang berada dalam keadaan rahmat, ini adalah 'kehadiran spiritual'. Sedangkan dalam hosti yang telah dikonsekrasi, kehadiran Tuhan bersifat unik, dan khusus, hal ini dikenal sebagai 'Kehadiran Nyata' dengan demikian kita perlu menunjukkan penghormatan yang khusus, karena Tuhan sendiri telah menunjukkan kehadiran-Nya secara khusus.

Dalam perjalanan sejarah Gereja Katolik, hal ini bukan tidak menimbulkan perdebatan. Misalnya saja pada jaman reformasi, Luther melihat peristiwa ini sebagai co-substansi dimana Tubuh dan Darah Kristus ada bersama dengan roti dan anggur. Bahkan Calvin lebih jauh lagi melihat hosti sekedar simbol/perlambang kehadiran Kristus saja dan bukan kehadiran Kristus yang aktual sehingga seseorang yang menerimanya hanya diartikan menerima Kristus secara spiritual. Pandangan ini di tolak secara tegas oleh Gereja Katolik pada Konsili Trente.

Dalam pandangan Gereja Katolik, roti maupun anggur berubah sepenuhnya menjadi Yesus Kristus secara keseluruhan, baik Tubuh, Darah, Jiwa, dan Ke-Allahan-Nya. Dengan demikian seseorang yang menerima hosti berarti menerima Yesus Kristus secara keseluruhan. Perubahan ini adalah perubahan yang benar-benar terjadi secara aktual, dengan demikian baik di mata orang Katolik maupun bukan, roti dan anggur tersebut tetap merupakan Tubuh dan Darah Kristus.

Kehadiran Kristus tetap ada sepanjang bentuk roti dan anggur masih tetap ada. Ketika hosti yang telah dikonsekrasi ditelan ataupun larut dalam air maka itu bukan lagi Tubuh dan Darah Kristus. Jadi Tuhan Yesus dalam hosti tetap hadir pada diri penerima komuni selama hosti tersebut belum larut / ditelan sehingga ia harus menghormati kehadiran Kristus secara khusus selama masa itu.

jadi saudara-saudari sebelum kita menyambut Sakramen Ekaristi ada baiknya kita yang memiliki dosa berat lakukan pengakuan dosa terlebih dahulu karena kita akan menerima Yesus Tuhan Kita.

Semoga Bermanfaat.

Silahkan Beri Komentar di kloter 2000 0 comments:

Post a Comment