Showing posts with label iman katolik. Show all posts
Showing posts with label iman katolik. Show all posts

Bersyukurlah, ada Api Penyucian

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Monday, October 8, 2012
bisnis paling gratis

Gereja Katolik menganut paham Api Penyucian yang oleh orang - orang Kristen Protestan, Dibawah ini adalah beberapa penjelasan dan pembahasan tentang paham Api Penyucian dari Gereja Katolik.


PEMBAHASAN

  • Percaya atau tidak, Api Penyucian itu ada
  • Apa itu Api Penyucian
  • Api Penyucian ada karena keadilan Allah: Dosa selalu membawa konsekuensi
  • Api Penyucian ada karena keadilan Allah: Ada perbedaan antara dosa berat dan dosa ringan
  • Api penyucian ada karena keadilan Allah: Kita diselamatkan bukan hanya karena iman saja, tetapi oleh kasih karunia Allah, yang harus diwujudkan dalam perbuatan kasih.
  • Dasar dari Kitab Suci
  • Dasar dari Pengajaran Bapa Gereja dan Tradisi Suci Gereja
  • Jadi, ingatlah ketiga hal ini tentang Api Penyucian
  • Jangan ragu mendoakan jiwa-jiwa yang ada di dalam Api Penyucian
Percaya atau tidak, Api Penyucian itu ada
Sewaktu saya tinggal di Filipina, saya pernah menonton sebuah talk-show dari saluran EWTN (Eternal Word Television Network), yang topiknya adalah Api Penyucian. Saya masih ingat, waktu itu pembicaranya yang bernama Mother Angelica, menerima pertanyaan dari pemirsa, yang rupanya tidak percaya akan adanya Api Penyucian, karena tidak ada kata “Api Penyucian” disebut di dalam Alkitab. Mother Angelica menjawab bahwa, memang kata “Api Penyucian” tidak secara eksplisit tercantum di dalam Alkitab, seperti juga kata ‘Trinitas’, atau ‘Inkarnasi’, namun kita percaya akan maksud dari kata-kata tersebut. Yang terpenting adalah ajarannya, bukan istilahnya. Dengan senyumnya yang khas Mother Angelica berkata dengan bijak, “Although you do not believe it, dear, it does not mean that it does not exist.” (Meskipun kamu tidak percaya, itu tidak berarti Api Penyucian tidak ada).

Apa itu Api Penyucian
Api Penyucian atau ‘purgatorium’ adalah ‘tempat’/ proses kita disucikan. Catatan: ‘Disucikan’ bukan ‘dicuci’, oleh sebab itu disebut Api Penyucian (bukan Api Pencucian). Gereja Katolik mengajarkan hal ini di dalam Katekismus Gereja Katolik # 1030-1032, yang dapat disarikan sebagai berikut:

1) Api Penyucian adalah suatu kondisi yang dialami oleh orang-orang yang meninggal dalam keadaan rahmat dan dalam persahabatan dengan Tuhan, namun belum suci sepenuhnya, sehingga memerlukan proses pemurnian selanjutnya setelah kematian.
2) Pemurnian di dalam Api Penyucian adalah sangat berlainan dengan siksa neraka.
3) Kita dapat membantu jiwa-jiwa yang ada di Api Penyucian dengan doa-doa kita, terutama dengan mempersembahkan ujud Misa Kudus bagi mereka.

Api Penyucian ada karena keadilan Allah: Dosa selalu membawa konsekuensi
Ada orang-orang yang berpikir bahwa jika Allah mengampuni, maka tidak ada lagi yang harus dipikirkan mengenai ‘akibat dosa’ sebagai konsekuensinya. Namun kenyataannya, hampir seluruh bagian Kitab Suci menceriterakan sebaliknya. Selalu saja ada konsekuensi yang ditanggung oleh manusia, jika ia berdosa terhadap Allah, meskipun Allah telah memberikan pengampunan. 

Kita melihat hal demikian, misalnya, pada Adam dan Hawa, setelah diampuni dosanya, diusir dari taman Eden (Kej 3:23-24). Raja Daud yang diampuni oleh Allah atas dosanya berzinah dengan Betsheba dan membunuh Uria, tetap dihukum oleh Tuhan dengan kematian anaknya (lihat 2 Sam 12:13-14). Nabi Musa dan Harun yang berdosa karena tidak percaya dan tidak menghormati Tuhan di hadapan umat Israel akhirnya tidak dapat masuk ke tanah terjanji (Bil 20:12). Nabi Zakharia, yang tidak percaya akan berita malaikat Gabriel, menjadi bisu (Luk 1:20). Dan masih banyak contoh lain, yang menunjukkan bahwa, selalu ada konsekuensi dari perbuatan kita.

Keponakan saya yang berumur 4 1/2 tahun mempunyai ‘problem’ kebiasaan (maaf) ‘pipis dan pupu’ di celana, dan tampaknya sering dilakukannya dengan sengaja. Sampai akhirnya sepupu saya mendidiknya demikian: setelah celananya kotor, keponakan saya itu disuruh mencuci sendiri celananya. Dengan hukuman ini, maka ia belajar bertanggung jawab, agar kelak ia tidak mengulangi perbuatan itu. Jika kita yang manusia saja mendidik anak-anak dengan mengajarkan adanya ‘konsekuensi’ demi kebaikan mereka, maka Allah yang jauh lebih bijaksana, juga mendidik kita dengan cara demikian, namun tentu saja dengan derajat keadilan yang sempurna. 

Sebab pada akhirnya, yang diinginkan Allah adalah kita menjadi benar-benar kudus, sehingga siap untuk bersatu dengan Dia yang Kudus di surga. Kekudusan ini harus menjadi milik jiwa kita sendiri dan bukan seolah-olah kita hanya ‘diselubungi’ oleh kekudusan Kristus, padahal di balik selubung itu jiwa kita masih penuh dosa. Allah menginginkan kita agar kita menjadi kudus dan sempurna (lih. Im 19:2; Mat 5:48). 

Maka, jika kita belum sepenuhnya kudus, pada saat kita meninggal, kita masih harus disucikan terlebih dahulu di Api Penyucian, sebelum dapat bersatu dengan Tuhan di surga. Pengingkaran akan adanya Api Penyucian sama dengan pengingkaran akan keadilan Tuhan. Padahal Keadilan sama seperti Kasih dan Kesetiaan- adalah hakekat Tuhan, yang tidak dapat disangkal oleh Tuhan sendiri (lih. 2 Tim 2:13).

Api Penyucian ada karena keadilan Allah: Ada perbedaan antara dosa berat dan dosa ringan
Selain masalah konsekuensi dosa, ada pula pengertian dasar mengenai dosa berat dan dosa ringan yang penting kita ketahui untuk memahami pengajaran mengenai Api Penyucian ini. Ada orang berpendapat bahwa semua dosa sama saja, namun Alkitab tidak mengatakan demikian. Pembedaan dosa berat dan dosa ringan disebutkan di dalam surat Rasul Yohanes. Dosa ringan dikatakan sebagai dosa yang tidak mendatangkan maut, sedangkan dosa berat, yang mendatangkan maut (1 Yoh 5: 16-17). Rasul Yakobus juga membedakan kedua jenis dosa; dengan membedakan dosa yang awal dan dosa yang matang (Yak 1:14-15). Untuk pembahasan lengkap tentang dosa berat dan dosa ringan, 

Konsekuensi dari pengajaran ini adalah jika kita meninggal dalam keadaan sempurna dalam rahmat Allah, maka kita dapat langsung masuk surga. Namun, jika kita meninggal dalam keadaan berdosa berat dan tidak bertobat, maka kita masuk neraka. Jika kita dalam keadaan di tengah-tengah: meninggal dalam rahmat, namun masih mempunyai dosa ringan atau masih menanggung konsekuensi dari dosa-dosa yang sudah diampuni, maka kita masuk ke ‘tempat’ yang lain, yaitu, Api Penyucian.

Api penyucian ada karena keadilan Allah: Kita diselamatkan bukan hanya karena iman saja, tetapi oleh kasih karunia Allah, yang harus diwujudkan dalam perbuatan kasih.
Gereja Katolik mengajarkan bahwa kita diselamatkan karena kasih karunia Allah oleh iman (lih. Ef 2:8, Tit 2:11; 3:7). Dan iman ini harus dinyatakan dan disertai dengan perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka iman kita itu mati (lih. Yak 2:17, 24, 26). Perbuatan kasih yang didasari iman inilah yang menjadi ukuran pada hari Penghakiman, apakah kasih kita sudah sempurna sehingga kita dapat masuk surga atau sebaliknya, ke neraka. Ataukah karena kasih kita belum sempurna, maka kita perlu disempurnakan dahulu di dalam suatu tempat/ kondisi yang ketiga, yaitu yang kita kenal sebagai Api Penyucian.

Sedangkan pada saat kita masih hidup, perbuatan kasih ini dapat dinyatakan dalam bentuk tindakan langsung, kata-kata atau dengan doa. Doa syafaat yang dipanjatkan dapat dinyatakan dengan mendoakan sesama yang masih hidup di dunia, maupun mendoakan mereka yang telah meninggal dunia. Oleh karena itu, maka Gereja Katolik mengajarkan akan adanya Api Penyucian, dan bahwa kita boleh, atau bahkan harus mendoakan jiwa-jiwa yang masih berada di dalamnya, agar mereka dapat segera masuk dalam kebahagiaan surgawi. Bagaimana kita Berdoa Bagi Jiwa-Jiwa di Api Penyucian? dapatkan lembaran Doa bagi Jiwa-Jiwa di Api Penyucian.

Bertengkar Makanan (13 Mei 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Monday, October 1, 2012
bisnis paling gratis


Kategori: Renungan Harian Katolik 
Bacaan I               : Kis 9:1-20
Bacaan Injil         : Yoh 6: 52-59

“Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” (Yoh 6:52).

bacaan injil harian, gereja katolik, iman katolik, ajaran katolik, Kloter 2000, pendalaman iman katolik, renungan  harian katolik, roti hidup
 Saudara-saudari yang baik,
Hari ini dalam Injil Yohanes, kita melihat terjadi pertengkaran di antara sesama orang Yahudi tentang perkataan Yesus, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (6:51).  Memang sangat wajar kalau mereka bertengkaran karena apa yang ditawarkan oleh Yesus adalah suatu yang tidak biasa, ‘Roti Spesial’. Bagaimana orang bisa memberikan dagingnya untuk jadi santapan, makanan?

Kita sudah tahu bahwa kelanjutan dari bacaan ini adalah Yesus menjelaskan maksud perkata-Nya. Namun kita mau melihat sisi pertengkaran orang Israel. Mereka bertengkar tentang perkataan Yesus yang berhubungan dengan daging atau makanan. Tidak jarang dalam hidup manusia terjadi pertengkaran karena makanan. Pertengkaran karena makanan bisa disebabkan: (1) Orang berebut makanan, karena kekurangan makanan, (2)   Menentukan mau makan apa, sampai terjadi perdebatan, (3) makanan kurang enak (dalam keluarga), (4) makanan tak layak saji, dll.

Pada kesempatan ini, saya hanya mengajak Saudara-saudari untuk melihat mungkinkah pernah terjadi di dalam keluarga ada pertengkaran karena soal makanan? Saya menyarankan lebih baik jangan terjadi pertengkaran soal makanan yang ada. Kita harus bersyukur karena masih ada banyak orang yang kekurangan makanan. 

“Tuhan kami bersyukur kepada-Mu karena masih Engkau berikan makanan dan rejeki pada hari ini”.

Salam dan doa dalam Hati Kudus Yesus
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
12 Mei 2011

Janganlah Gelisah (20 Mei 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
bisnis paling gratis


Bacaan I             : Kis 13:26-33
Bacaan Injil         : Yoh 14:1-6

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yoh 14:1)

Saudara-saudari yang baik, Minggu yang lalu hati saya gelisah ketika membaca berita di Vivanews, bahwa Jakarta akan dilanda gempa dengan kekuatan 8,7 Skala Richter. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Saya langsung memposting berita ini di status facebook saya. Mungkin di antara saudari-saudari bertanya-tanya mengapa saya gelisah sedangkan saya tinggalnya jauh dari Jakarta, bahkan jauh dari Indonesia. Jawabannya adalah bahwa di Jakarta banyak kenalan saya bahkan saudari-saudari saya ada di Jakarta.

Saudara-saudari yang, gelisah bisa terjadi pada setiap orang. Hal ini bisa disebabkan karena situasi yang tidak menguntungkan, traumatik masa lampau atas suatu peristiwa yang mengerikan. Dan biasanya ada orang yang gelisah hatinya terhadap kematian. Mungkin yang digelisahkan bukan kematiannya, tetapi yang menjadi penyebab kegelisahan adalah setelah kematian itu, kemana? Neraka atau Surga, atau ke tempat lain?

Saudara-saudari yang baik, Yesus dalam perikopa ini memberikan air sejuk yang menyegarkan jiwa yang gelisah. Yesus memberikan keyakinan kepada  kita bahwa seharusnya kita tidak senantiasa gelisah, sebab hidup kita mendapat perlindungan jika kita percaya kepada-Nya. Jaminan kepada manusia berlaku di dunia ini, mau pun di dunia yang akan datang. Karena itu mengapa harus gelisah?
                               
Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus
Rm. F.A. Adi Purnama SCJ
GIG
19 Mei 2011

12 rahasia awet muda.

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Thursday, March 1, 2012
bisnis paling gratis

12 rahasia awet muda. Dan ternyata ada di Alkitab.

katolik, iman katolik, berita katolik, pendalaman iman katolik, gereja katolik, alkitab, yesus, maria, kloter 2000

1. Hadapilah segala masalah dengan santai dan tenang.(1 KOR 10 : 13)
2. Bersedih hati janganlah terlalu berkepanjangan. (NEH 8 : 10, ROM 12 : 12, PKH 3 : 1 - 11) ...
3. Aktiflah dalam kerja dan pelayanan. (ROM 12 : 11)
4. Jauhkanlah amarah karena amarah memakan energi yang berpengaruh buruk terhadap fisik. (AMSAL 19 : 19)
5. Bila segala sesuatu dapat diselesaikan dengan ketenangan, mengapa harus dibarengi dengan ketegangan? (AMSAL 17 : 19 - 20)
6. Kedengkian dan iri hati berpengaruh buruk terhadap peredaran darah dan jantung. (MAZ 37 : 1)
7. Hadapi orang marah dengan tenang dan jangan masukkan dalam hati. (AMSAL 14 : 29)
8. Jangan mempedulikan hal-hal yang dilakukan orang lain, bereaksilah dengan benar. (ROMA 12 : 17 - 21) 9. Dunia ini berputar, bila kita sedang berada di bawah, jangan putus asa, ada saatnya kita pasti naik ke atas. Tetapi bila sudah berada di atas berhati-hatilah supaya kita tidak jatuh. (2 KOR 4 : 17)
10. Hadapilah penderitaan dengan percaya kepada TUHAN, karena penderitaan selalu membawa hikmah suatu kebahagiaan. (KEJ 50 : 20)
11. Fisik harus kita jaga dengan olahraga dan makanan sehat. (1 TIM 4 : 8)
12. Jangan lekas merasa tua karena dibanding dengan hari esok kita masih muda sekarang. ( AMSAL 3 : 1 - 7)

Semoga Bermanfaat tulisan tentang rahasia awet muda. sehingga kita semua bisa menjalani kehidupan ini dengan tidak bersungut-sungut.

Bersungut-sungut (20 Juli 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Tuesday, July 19, 2011
bisnis paling gratis


alkitab, berita katolik, gereja katolik, iman katolik, katolik, Kloter 2000, maria, pendalaman iman katolik, yesus
Pendalaman Iman Katolik Hari Ini:
Bacaan I       Kel 16:1-5,9-15
MT                Mzm 78: 23-28
Bacaan Injil   Mat 13:1-9

Dear sahabat, 
semua orang pasti pernah mengalami yang namanya sungut-sungut. Dalam kamus bahasa Indonesia, sungut berarti marah-marah sambil mengomel (mengerutu). Bersungut-sungut biasa terjadi karena sikap tidak puas terhadap sesuatu. Salah satu hal yang bisa menyebabkan kita bersungut-sungut adalah soal makanan. Hari ini dalam Bacaan Pertama digambarkan Bangsa Israel bersungut-sungut kepada Allah melalui Musa dan Harun karena mereka kekurangan makanan.  Mereka tidak puas karena mereka dijanjikan akan mendapatkan kemerdekaan dan kebahagiaan, tetapi justru sekarang mereka tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan.

Sahabat, Anda sekarang yang membaca renungan ini melalui internet mungkin tidak kekurangan makanan, namun mungkin Anda pernah bersungut-sungut soal makanan yang dimasak isteri, ibu atau pembantu rumah tangga Anda. Perlu Anda sadari bahwa ketika Anda biasa bersungut-sungut soal makanan, maka selanjutnya sungut-sungut itu bisa menular ke soal yang lain, misalnya sungut-sungut soal baju yang tidak bersih atau tidak rapi di setrika, selanjutnya ke soal keuangan, dan selanjutnya bersambung terus.

Sahabat, apa yang harus kita lakukan agar tidak bersungut-sungut?
  1. Berdoalah kepada Tuhan jika ada sesuatu yang tidak memuaskan Anda atau ketika ada begitu banyak kesulitan di hadapan Anda.
  2. Memuji Allah atau beryanyilah bagi Allah ketika sesuatu itu membawa kebaikan bagi Anda.
Maka saudara saudari sekalian, untuk itu marilah kita coba untuk selalu gembira didalam hidup ini.
Vivat Cor Iesu
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
19 Juli 2011  

Dosa Kesombongan (19 Juli 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Monday, July 18, 2011
bisnis paling gratis


alkitab, bacaan injil harian, berita katolik, gereja katolik, iman katolik, injil hari ini, katolik, Kloter 2000, maria, pendalaman iman katolik, renungan harian katolik, yesus
Renungan Harian Katolik
Bacaan I             Kel 14: 21-15:1
MT                      Kel 15:8-12.17
Bacaan Injil         Mat 12:46-50

Dear Sahabat, salah satu dosa yang bisa membunuh jiwa adalah kesombongan. Manusia punya kecenderungan untuk menjadi sombong. Manusia cenderung pamer diri, pamer kekuasaan, pamer kekuatan. Tidak mau dicap bodoh dan salah. Apalagi jika seorang dalam posisi sebagai peguasa. Dan itu sangat nampak dalam kehidupan antara majikan dan buruh, pemerintah dan rakyat, antara atasan dan bawahan.

Seorang yang sombong biasanya orang tersebut pasti tidak mau belajar dari orang lain, tidak mau mendengarkan nasihat orang, pasti paling benar dan yang lain salah. Maka yang terjadi adalah orang lain tidak simpatik, bersikap masa bodoh, dan kalau ini terjadi dalam institusi pemerintah atau perusahaan akan menyebabkan penolakkan dan pemberontakkan. Dalam Bacaan Injil Pertama hari ini, digambarkan bagaimana Raja Mesir dan tentaranya dimusnakan oleh Allah. Mereka dimusnakan karena kesombongan mereka, yang merasa bahwa mereka mempunyai kekuatan yang hebat.

Sahabat, mari kita menjadi manusia rendah hati, yang mau mawas diri, menyadari diri dan mau belajar dari orang lain. Semakin rendah hati, maka semakin mulia orang tersebut dan sangat berharga di mata Allah.

Vivat Cor Iesu
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
18 Juli 2011