Maria Adalah Pengantara Segala Rahmat

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Wednesday, March 2, 2011
bisnis paling gratis

Maria Adalah Pengantara Segala Rahmat.
Oleh: Pastor Dr. Petrus Maria Handoko CM.
Sumber: Majalah HIDUP.

Apakah tidak lebih baik jika gelar itu diganti dengan gelar lain supaya tidak membingungkan mereka yang bukan Katolik dan mengaburkan peranan Yesus? Sebenarnya Maria menjadi pengantara dengan pengertian apa?

Pertama, memang gelar Maria sebagai “pengantara” dapat membingungkan. Tetapi, mengganti gelar itu dengan gelar lain berarti menghapus tanda kedekatan istimewa Maria dan Yesus. Kesamaan gelar itu menunjukkan adanya kedekatan istimewa antara Maria dengan Yesus. Yang perlu ditambahkan ialah bahwa kepengantaraan Maria  tidaklah persis sama dengan kepengantaraan Yesus, tetapi pengantaraan Maria itu analog dengan kepengantaraan Yesus. Artinya, ada kesamaan, tetapi ada juga perbedaan, dan perbedaan ini cukup mendasar. Yesus adalah satu-satunya pengantara manusia dengan Allah (1 Tim 2 : 5), sedangkan Maria adalah pengantara kita dengan Kristus. Hanya Yesuslah satu - satunya pribadi yang sungguh Allah dan sungguh manusia. Hanya Yesuslah yang mempersembahkan  diri - Nya sebagai korban penebusan kepada Bapa.

Kedua, Konsili Vatikan II (LG 60) menegaskan secara amat gamblang, bahwa peran Maria “sedikitpun tidak menyuramkan atau mengurangi pengantaraan Kristus yang tunggal itu, melainkan justru menunjukkan kekuatannya”. Konsili memperjelas lebih lanjut, bahwa “segala pengaruh Santa Perawan” berasal “dari kebaikan Ilahi, pun dari kelimpahan pahala Kristus”. Sifat kepengantaraan Maria yang lebih rendah dari kepengantaraan Kristus dilukiskan dengan berbagai ungkapan “sama sekali tergantung padaNya, dan menimba segala kekuatannya dari padanya”. Segala yang dilakukan Maria sama sekali tidak mempersulit, melainkan malah mempermudah kita untuk sampai dan bersatu dengan Kristus. Maria adalah rembulan Kristus, Sang Matahari.

Ketiga, dalam hal apa Maria membantu dan mempermudah? Maria mempermudah kita untuk mencapai Yesus Kristus dan mendapatkan rahmat-Nya. Peristiwa perkawinan di Kana (Yoh 2 : 1 - 11) menjadi bukti bagaimana Maria mempermudah terkabulnya doa permohonan kita kepada Yesus. Maria adalah pengantara kita kepada Yesus.

Peran Maria ini dirinci menjadi beberapa butir:


A. Maria ikut serta memohon kemurahan Tuhan seperti pada perkawinan di Kana. Kita tidak dibiarkan sendirian, tetapi Maria bahkan berinisiatif mendahului memohon untuk kita. Inisiatif Maria ini tidak menghapuskan peranan kita di hadapan Allah.

B. Maria juga mendampingi kita untuk mengajukan permohonan yang tepat dengan meminta hal -  hal yang kurang berguna atau justru mencelakakan kita. Pertimbangan kita sering kali sempit dan jangka pendek, misalnya kita justru meminta “batu” atau “kalajengking”. Maria membantu kita mengatasi keterbatasan insani ini agar mampu merumuskan permohonan yang tepat, Maria menggerakkan hati dan pikiran kita.

C. Maria juga membantu kita untuk menyiapkan batin kita secara tepat, agar manusia mampu menerima dengan besar hati anugrah yang akan diberikan Tuhan. Manusia seringkali pandai meminta, tetapi kurang menyiapkan batin yang memadai untuk menampung anugerah itu. Ketidaksiapan batin justru menjadi hambatan pemberian anugerah itu, karena Tuhan tidak ingin mencelakakan kita.

D. Maria juga membantu untuk menyiapkan rahmat penebusan Yesus, agar Yesus yang hadir dalam diri kita semakin tumbuh dan menjadi dewasa. Maria membantu kita untuk menjadi semakin serupa dengan Putranya di tengah tantangan dan godaan di dunia ini. Sebagai pribadi yang sudah “bergaul” lama dengan Roh Kudus, Maria mempunyai modal luar biasa untuk ditularkan kepada saudara - saudara Putranya (bdk Kis 1 : 14).

5. Maria mendorong kita untuk melakukan apa yang diajarkan Yesus Putranya: “ Apa yang dikatakan padamu, buatlah itu!” (Yoh 2 : 14). Penampakan - penampakan maria membuktikan, bahwa Maria membantu kita untuk lebih memahami, melakukan, dan menghayati ajaran - ajaran Yesus. Semua ini menyiapkan lahan yang subur untuk penerimaan anugerah Allah.

Keempat, kita harus menyadari pengalaman kita dalam masyarakat, bahwa seringkali ada banyak “pengantara” yang justru menciptakan kesulitan tersendiri. Mungkin karena pengalaman ini, kita “takut” kehadiran Maria mempersulit. Maka, perlu dicamkan, peranan Maria di atas menunjukkan, bahwa Maria tidak mempersulit, melainkan malah mempermudah.

*Redaksi majalah HIDUP membuka kesempatan seluas - luasnya kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan Romo Handoko dalam rublik ini. Kirim SMS Anda : KETIK KOIM :  ke nomor 0813 - 18544200 atau kirim melalui pos ke Redaksi HIDUP Jl. Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax. 021 5485737 atau e-mail hidup@indo.net.id

Sumber: Majalah HIDUP.
dipublikasikan oleh: Kloter 2000

Silahkan Beri Komentar di kloter 2000 0 comments:

Post a Comment