Showing posts with label katolik indonesia. Show all posts
Showing posts with label katolik indonesia. Show all posts

Pesta Yesus Dipersembahkan ke Kenisah (2 Februari 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Tuesday, February 1, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik : 2 Februari 2011
Bacaan I             : Maleakhi 3:1-4
Bacaan Injil         : Lukas 2:22-32

Saudara-saudari yang baik,
Hari ini adalah Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah. Bacaan Injil hari ini dari Lukas 2:22-32. Dalam kisah ini, pokok utama adalah kisah Simeon dan Hana yang menyambut Yesus di Bait Allah. Simeon adalah seorang yang benar dan saleh hidupnya. Ia menanti-nantikan seorang Juru Selamat seperti yang dijanjikan dan tak akan mati sebelum berjumpa dengan Sang Penyelamat tersebut. Atas dorongan Roh Kudus, ia datang ke Bait Allah dan berjumpa dengan Maria dan Yosef yang membawa Yesus. Ketika Yesus di bawa masuk ke Bait Allah, Simeon menyambut Yesus dalam tangannya. Ketika melihat dan menerima Yesus, ia tidak ragu-ragu bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah.

Saudara-saudari yang baik,
Sikap Simeon adalah contoh teladan yang baik bagi kita, bahwa kita tidak ragu-ragu menyambut dan mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan itu. Yesus adalah buah sulung yang dipersembahkan, dan buah sulung yang bangkit dari antara orang mati. Kita semua mengambil bagian dan kesulungan Yesus, maka kita juga akan mendapat berkat yang sama seperti Yesus.

Saudara-saudari yang baik,
Setelah menerima dan menyambut Yesus, Simeon mengucapkan doa syukur, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera……………”. Menarik mencermati doa Simeon ini. Ia berdoa bahwa tidak ada lagi sesuatu yang diharapkan karena ia sudah berjumpa dan menerima Yesus, Sang Juru Selamat. Baginya Yesus adalah segala-galanya. Ia sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi, ia sudah tidak terikat lagi dengan banyak hal. Tiada lagi yang dituntut dari Allah. Harus diakui bahwa dalam doa, umat beriman lebih banyak menuntut dari Allah daripada mengucapkan syukur kepada Allah.

Saudara-saudari yang baik,
Mari kita bersama-sama yakin kepada Yesus sebagai penyelamat kita. Dia di atas segala-galanya. Dan mari kita mengucap syukur akan kehadiran Yesus dalam hidup kita. Terima kasih Yesus, atas kesediaan-Mu hadir dalam hidup kami.

Bacaan selanjutnya Mengapa Doa Kita Tidak Dijawab Tuhan?

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
2 Februari 2011

Menjamah atau Mendesak (1 Feb 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik :  1 Feb 2011
Bacaan I               : Ibrani 12:1-4
Bacaan Injil         : Markus 5:21-43

Saudara-saudari yang baik,
Hari ini bacaan Injil menampilkan dua  kisah. Kisah yang dimaksud adalah kisah pembangkitan anak Yairus dan kisah penyembuhan seorang perempuan yang sakit pendarahan. Kisah pembangkitan anak Yairus menggambarkan kuasa dan wibawa Yesus atas kematian dan kisah penyembuhan perempuan yang sakit pendarahan menggambarkan kuasa Yesus atas penyakit. Kisah yang pertama adalah perjumpaan Yesus dengan Yairus, seorang kepala rumah ibadat. Ia mendapatkan Yesus untuk memohonkan kesembuhan anak perempuannya yang sakit mampir mati. Di saat perjalanan menuju ke tempat Yairus ini, terjadilah kisah penyembuhan seorang wanita yang sakit pendarahan. Wanita ini mendekati Yesus dari belakang supaya tidak dilihat oleh orang (27).

Hal ini disebabkan oleh tradisi keagamaan Yahudi, yang menganggap seorang wanita yang pendarahan adalah wanita yang najis dan kenajisan itu akan menular kepada orang yang menjamahnya. Wanita tersebut hanya menjamah jumbai jubah Yesus (28). Ada kepercayaan bahwa pakaiaan atau benda yang yang dikenakan oleh orang yang dapat menyembuhkan, juga mempunyai daya menyembuhkan.
        
            Wanita tersebut sembuh, dan saat itu Yesus berkata, “Siapa yang menjamah jubah-Ku? (30). Pertanyaan Yesus ini nampaknya mempunyai dua arti. Pertama, Ia ingin tahu siapa orang tersebut. Kedua adalah Yesus ingin mendapatkan pengakuan terbuka. Hal ini mau menunjukkan suatu ungkapan atau penyataan iman yang benar. Pertanyaan Yesus itu mendapat jawaban dari murid-murid, “Engkau melihat sendiri bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu” (31).  Ada perbedaan besar antara mendesak dan menjamah. Mendesak Yesus, berarti hanya sebatas melihat dan tidak mempunyai unsur lain, sedangkan kata menjamah di dalamnya ada unsur iman pribadi akan kuasa Yesus.

Saudara-saudari yang baik,
Kisah penyembuhan wanita tersebut nampaknya sedikit menghambat perjalanan Yesus untuk segera datang ke tempat Yairus. Nampaknya ini menjadi batu ujian iman bagi Yairus. Apalagi di tengah jalan ia mendengar bahwa anaknya sudah mati (35).  Di sinilah Yesus menampakkan kuasa-Nya akan kebangkitan orang mati dan menyakinkan Yairus akan pengharapan dan imannya.

Saudara-saudari yang baik,
Umat beriman adalah orang yang menjadi pengikut Yesus. Mungkin dalam mengikuti Yesus, kita bisa jadi hanya berdesak-desakan. Mendesak Yesus, dalam arti menyatakan sesuatu hanya berdasarkan keinginan kita, kita mengakui Yesus sebagai Tuhan kalau kita lagi susah (dengan memohon sesuatu kepada-Nya), kita tidak mempunyai relasi yang baik dengan Yesus. Yesus hanya kita lihat saja, berlalu dari hadapan kita, tanpa ada suatu usaha mendekat atau bahkan menjamah-Nya. Menyentuh Dia dan bersatu dengan-Nya. Menjamah, bersatu dan berelasi baik menunjukkan iman yang benar.

Selanjutnya Baca Pesta Yesus Dipersembahkan Ke Kenisah.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
1 Februari 2011

Jangan Takut, Percayalah (29 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Friday, January 28, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik :  29 Jan 2011
Bacaan I             : Ibrani 11:1-2.8-19
Bacaan Injil         : Mrk 4:35-41

Saudara-saudari  yang baik,
Bacaan ini melanjutkan bacaan kemarin. Pada ayat 35, Yesus berkata : "Marilah kita bertolak ke seberang.” Yesus memutuskan menyeberang danau dari tepi barat ke tepi timur. Ada dua kemungkinan mengapa Yesus memutuskan untuk  pergi menyeberang: pertama, untuk membubarkan orang banyak yang mengikuti-Nya, dan yang kedua adalah Yesus ingin mendapatkan suasana baru atau tempat baru bagi pelayanan-Nya. Ketika berada di tengah danau, tiba-tiba angin taufan datang dan mengombang-ambingkan perahu mereka. Pada waktu itu Yesus tertidur. Yesus yang tidur menunjukkan sisi kemanusiaan Yesus. Mungkin Ia kelelahan karena pelayanan-Nya. Ketika Ia dibangunkan oleh para murid, Yesus segera berdiri dan menghardik, berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” setika itu danau menjadi tenang. Cerita ini mau menunjukkan bahwa Yesus berkuasa atas kekuatan alam.

Saudara-saudari yang terkasih,
Kisah perahu yang diombang-ambingkan angina, mau menunjukkan bahwa Gereja kadang digoncang oleh berbagai peristiwa. Salah satu goncangan besar yang dirasakan oleh Gereja adalah skandal paedofilia yang diekspos besar-besaran oleh media massa. Kasus ini memang ada, dan ini menjadi sarana yang tepat untuk mengdiskreditkan Gereja Katolik. Gereja juga berarti kita, umat beriman. Umat beriman dalam hidup sehari-hari kadang mengalami goncangan atau diterpa oleh berbagai macam persoalan hidup. Di dalam situasi yang demikian umat beriman bisa mengalami ketakutan dan ketak-berdayaan.

Saudara-saudari yang baik,
Hidup taat kepada Allah bukan berarti bahwa umat beriman akan kebal dan tidak akan mengalami kesukaran hidup. Bahaya-bahaya masih mengancam hidup umat beriman yang sedang menjalankan kehendak atau perintah Tuhan. Namun di dalam siatuasi sulit, tidak ada alas an untuk takut dan tak berdaya. Sebagai murid-murid Yesus, seharusnya umat beriman percaya bahwa Yesus tidak akan meninggalkan, membiarkan atau membinasakan karena umat beriman taat dan percaya pada-Nya. Kepercayaan Abraham akan Allah adalah salah satu bukti dan teladan bagi kita, bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, yang taat kepada-Nya (bacaan pertama dari Ibrani). “Iman/percaya adalah dasar dari segala kita harapkan.” (Ibr 11:1).

Saudara-saudari yang baik,
Mari jangan takut, percaya pada Yesus, percaya pada Allah, percaya pada Roh Kudus. Kita punya Allah yang dahsyat, Allah yang berkuasa atas segala-galanya, Alah yang baik. Tuhan berkati Anda semua.

Bacaan selanjutnya Menjamah Atau Mendesak.
Salam dan berkat dalam hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
29 Januari 2011

Percaya dan Tekun (Peringatan St. Thomas Aquino 28 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Thursday, January 27, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Katolik :  Peringatan St. Thomas Aquino 28 Jan 2011
Bacaan I               : Ibrani 10:32-39
Bacaan Injil           : Markus 4:26-34

Saudara-saudari yang baik,
Bacaan Injil pada hari ini menampilkan Yesus yang sedang menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Yesus menjelaskan Kerajaan Allah itu menggunakan perumpamaan. Perumpamaan yang diberikan Yesus dalam bacaan ini adalah perumpamaan seorang yang menaburkan benih. Dan benih yang ditaburkan oleh penabur tumbuh secara tersembunyi, tanpa diketahui oleh orang.

Perumpamaan benih yang tumbuh secara tersembunyi ini hanya terdapat dalam Injil Markus. Pada dasarnya perumpamaan ini mau mengatakan bahwa firman Allah itu akan berkarya sendiri dalam hati manusia, jika firman itu diberi kesempatan dalam keadaan yang baik dan cocok.

Cara kerjanya sama seperti bumi yang dengan sendirinya menumbuhkan tanam-tanaman dan menghasilkan buah. Namun dalam hal ini diperlukan juga sarana yang lain (sarana ekternal) yaitu yang menabur dan yang menuai. Di antara kegiatan menabur dan menuai adalah suatu yang harus kita lakukan yaitu percaya akah kehidupan benih dan akan keberhasilan pembauran benih dan tanah.  (Tafsiran Alkitab Masa Kini, buku 3: Matius-Wahyu)

Saudara-saudari yang baik,
Setiap tanggal 28 Januari, Gereja menetapkan sebagai hari peringatan wajib St. Thomas Aguino. Ia lahir di Aguino, dekat Monte Casino Itali pada tahun 1225, dari keluarga bangsawan. Ia diberi gelar ‘Doctor Angelicus’ yang berarti ‘Pujangga Malaikat’. Ia mendapat gelar ini karena selama hidupnya ia banyak menulis yang berhubungan dengan iman dan juga akal budi. Ia pernah mendapat penampakan dari Yesus, dan Yesus yang tersalib mengatakan kepadanya: “Thomas, engkau telah menulis sangat baik tentang Diri-Ku. Balasan apakah yang kauinginkan daripada-Ku?” dan Thomas menjawab, “Tidak lain hanyalah Diri-Mu.”

Saudara-saudari yang baik,
St. Thomas menunjukkan suatu teladan yang luar biasa bagi kita. Teladan yang ia berikan adalah, ia menjadi tanah yang baik bagi perkembangan benih yang ditaburkan. Benih yang adalah firman Allah itu ia renungkan dan ia hidupi. Hasil dari renungan itu ia tuangkan dalam tulisan-tulisan yang sangat baik, yang sampai hari ini masih menjadi salah satu buku acuan bagi para teolog. Buku yang sangat terkenal warisan St. Thomas adalah Summa Theologia. St.

Saudara-saudari yang baik,
Kita semua sudah menerima benih dan ingin benih itu bertumbuh menjadi besar. Namun timbul pertanyaan mengapa benih itu kadang tidak bertumbuh? Satu jawabannya yaitu kurang percaya dan kurang tekun dalam menghidupi benih itu. Kadang manusia malas, dan kadang mudah bosan, sehingga pada akhirnya benih itu ya tidak bertumbuh.  Maka sembari percaya, kita harus bertekun di dalam menghidupi benih (firman Allah).

Bacaan selanjutnya Jangan Takut, Percayalah.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus
Rm. F.A Adi Purnama S, SCJ
28 Januari 2011

Pesta Bertobatnya St. Paulus (25 Januari 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Monday, January 24, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik : 25 Januari 2011
Bacaan I               : Kis 22:3-16
Bacaan Injil           : Mrk 16:15-18

Saudara-saudari yang baik,
Hari ini adalah hari Pesta Bertobatnya St. Paulus. St. Paulus dalam  Gereja Katolik mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan Gereja. Kisah hidup dan pelayanannya dapat kita ikuti dari Kisah Para Rasul dan terlebih dari surat-surat yang tulis, baik untuk jemaat maupun untuk beberapa pribadi. Salah satu kisah hidupnya yang menarik adalah kisah pertobatannya. Sebelum bertobat, Paulus dikenal bernama Simon, orang yang sangat bersemangat mengejar, menganiaya  dan membunuh para pengikut Yesus.  "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.” (Kis. 22:3-4).

Saudara-saudara yang baik,
Semua ini berubah, Paulus bertobat setelah berjumpa dengan Yesus sendiri. “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.” (Kis 22:7-8). Paulus bertobat setelah berjumpa dengan Yesus dan mau mendengarkan perkataan Yesus. Perjumpaan dengan Yesus sungguh mengubah haluan hidup Paulus, yang tadi sebagai penganiaya iman menjadi pewarta dan pembela iman yang paling gigih.

Saudara-saudari yang baik,
Pesta pertobatan Paulus sebenarnya mengajak kita semua untuk bertobat. Tentunya pertobatan yang diharapkan adalah pertobatan yang sejati, yang mengubah hidup kita. Pertobatan yang sejati ini sungguh dapat terwujud dalam hidup kita kalau kita sungguh mengalami perjumpaan sejati dalam Yesus, berjumpa dengan Yesus dari hati ke hati. Mau duduk, diam dan bersehati dengan Yesus. Maka marilah kita bersama-sama berusaha bersehati dan mengalami kehadiran Yesus sehingga kita sungguh bisa mengubah hidup kita.

Bacaan selanjutnya Percaya dan Tekun.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
25 Januari 2011

Kerajingan (22 Januari 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Friday, January 21, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik : 22 Januari 2011
Bacaan I             : Ibrani 9:2-3.11-14
Bacaan Injil         : Markus 3:20-21

Saudara-saudari yang baik,
Bacaan Injil hari ini sangat singkat. Pada ayat 20 dicatat bahwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Tidak disebutkan rumah siapa yang dimasuki. Mungkin rumah yang dimasuki adalah rumah Simon dan Andreas yang ada di Kapernaun.  Di rumah ini mereka makan, namun sedang asyik-asyiknya menikmati makanan tiba-tiba banyak orang datang  menggerumuni mereka. Yang menarik pada saat kerumunan itu, ada keluarga Yesus yang datang hendak mengambil Yesus, karena menurut anggapan  mereka  “Yesus tidak waras lagi”.

Saudara-saudari yang baik,
Kata ‘tidak waras lagi’ dalam ayat ini bukan berarti Yesus sudah gila atau kehilangan akan sehat. Di sini mau menunjukkan bahwa Yesus sedang kerajingan keagamaan atau keterlaluan atau bahasa modern sekarang over dosis keagamaan. Ini adalah anggapan keluarga Yesus.

Saudara-saudari yang baik,
Sebagaimana kita ketahui Yesus tidak sedang kerajingan atau over dosis keagamaan, namun Yesus sedang menjalankan tugas perutusan mulai dari Allah Bapa. Nah, yang kerajingan justru kita manusia. Ada begitu banyak bentuk kerajingan, misalnya sekarang sedang demam Facebook, main games, kerajingan kuliner (karena ada program TV tentang kuliner), kerajingan mancing dan lain sebagainya. Yang namanya kerajingan biasanya membawa efek negatif.

Saudara-saudari yang baik,
Mari melihat dalam kehidupan dan diri, apakah ada suatu bentuk kerajingan yang Anda hidupi? Apakah itu membawa nilai positif atau negatif?

Bacaan selanjutnya Pesta Bertobatnya St. Paulus.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
22 Januari 2011

Yesus Memilih Para Murid (21 Januari 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Thursday, January 20, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik : 21 Januari 2011
Peringatan Wajib St. Agnes (Perawan dan Martir)
Bacaan I               : Ibrani  8:6-13
Bacaan Injil         : Markus 3:13-19

Saudara-saudari yang baik,
Bacaan Injil hari ini melajutkan bacaan kemarin, di sini digambarkan Yesus pergi ke atas bukit. Markus tidak mencatat untuk apa Yesus pergi ke atas bukit. Namun Lukas melengkapi catatan Markus, “Yesus pergi ke atas bukit untuk berdoa dan semalam-malam Ia berdoa kepada Allah” (Luk 6:12). Yesus melakukan semua ini sebagai persiapan untuk memilih kedua belas murid yang disebut dua belas rasul. Para rasul dipilih oleh Yesus dengan kebijaksanaan dan kekudusan. Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya, bukan karena kesukaan orang-orang yang memilih Yesus.

Saudara-saudari yang baik,
Hari ini Gereja meperingati Sta. Agnes, seorang perawan dan martir. Agnes dilahirkan di Roma pada tahun 291. Ia cantik dan simpati, lagi ramah. Banyak pemuda yang jatuh cinta padanya bahkan banyak di antara mereka mengajukan lamaran. Namun lamaran ditolak. Agnes ternyata sudah berkaul untuk tetap perawan dan setiap pada Yesus. Pemuda-pemuda yang sakit hati karena lamarannya ditolak, melaporkan Agnes kepada pengadilan Romawi, sebagai orang Kristen. Pada waktu itu, orang-orang Kristen dikejar dan dianiaya, bahkan dibunuh oleh penguasa Romawi. Agnes ditangkap dan di hadapan pengadilan Romawi, ia ditakut-takuti, diancam dibunuh, dan dituduh sebagai pelacur. Tetapi Agnes tidak takut, ia menolak segala tuduhan padanya. Ia tetap mempertahankan kemurniannya. Baginya Yesus adalah segala-galanya. Yesus pasti akan menyertai dan menjaganya. Karena ancaman tidak berhasil, maka Agnes dipenggal kepalanya. Ia dipenggal setelas selesai berdoa.  Peristiwa ini terjadi pada tahun 304. Agnes dilukiskan sedang mendekap seekor Anak Domba sebagai lambang kemurnian dan sedang memegang daun palem, sebagai lambing keberanian.

Saudara-saudari yang baik,
Kita ini adalah orang-orang yang dipilih sesuai dengan kehendak Yesus. Para murid jelas sudah mendengar dan menjadi saksi mata apa yang dibuat oleh Yesus, dan ketika mereka dipilih oleh Yesus, mereka langsung mengikuti-Nya. Masing-masing dari kita mempunyai pengalaman pribadi mengapa “Anda menjadi pengikut Yesus?”.  Mari dan silahkan Anda melihat diri, pengalaman apa, atau peristiwa apa yang dipakai oleh Yesus memilih Anda?

Bacaan selanjutnya Kerajingan.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ  
21 Januari 2011

Bebas Dari Himpitan (20 Januari 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Wednesday, January 19, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik : 20 Januari 2011
Bacaan I          : Ibrani 7:25-8:6
Bacaan Injil      : Mrk 3:7-12

Saudara-saudari yang baik,
Bacaan Injil hari ini menampilkan Yesus yang menyingkir ke Danau Galilea. Tindakan ini diambil oleh Yesus bersama murid-murid-Nya untuk menghidari diri dari bahaya yang mengancam mereka. Sebagaimana kita baca dalam Injil kemarin Mrk 3:1-6, dikisahkan setelah Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh sebelah tangannya, orang Farisi bersekongkol dengan orang Herodian untuk membunuh Yesus. Keputusan Yesus untuk pergi menghindar adalah keputusan yang bijaksana dan tepat demi pelayanan-Nya.

Jadi tindakan ini bukanlah tindaka pengecut dari Yesus. Namun sesampainya di Danau Galilea banyak orang yang datang kepada-Nya. Di sini dituliskan orang-orang itu berasal dari Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea, Tirus serta Sidon. Kehadiran orang-orang dari tempat-tempat di atas menunjukkan bahwa Yesus merupakan pribadi yang popular di hampir  seluruh Palestina. Semua orang yang datang kepada-Nya berdesakkan minta dijamah oleh-Nya agar mereka disembuhkan dari berbagai macam penyakit dan dibebaskan dari kekuatan setan. Karena desakan orang banyak itu maka Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka (3:9).

Saudara-saudari yang baik,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mempunyai banyak kegiatan, atau persoalan hidup. Kegiatan yang banyak berupa  kerja, kegiatan masyarakat, kegiatan menggereja. Persoalan hidup mungkin juga banyak dialami oleh kita misalnya: persoalan rumah tangga, ekonomi, kesehatan, dll.  Semua itu mungkin kita rasakan sebagai sesuatu yang menghimpit kita. Kita tidak bisa bergerak  dengan bebas, kita merasa sangat sesak, kita merasa berat untuk melangkah, hidup penuh kegelisahan. Wajah tidak bisa menampilkan senyum di bibir. Semua terasa sakit seperti jarum yang menusuk kulit.

Saudara-saudari yang baik,
Ketika Yesus hampir terjepit, Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan perahu. Perahu di sini adalah sarana yang digunakan oleh Yesus untuk menghindar dari himpitan itu. Kata perahu menunjukkan suatu sarana praktis untuk mengendalikan keadaan. Kita dalam segala kegiatan dan persoalan hidup hendaknya juga menyediakan sebuah perahu, yaitu menarik diri dari kegiatan dan persoalan hidup itu. Dengan sedikit menarik diri, kita bisa melihat semua persoalan hidup dengan jernih, sehingga kita bisa melihat jalan penyelesaian. Semakin kita terhimpit, semakin kita tidak bisa melihat apa-apa. Dengan menarik diri sejenak dari kegiatan, kita disegarkan jiwa dan raga kita. Banyak orang kadang tidak menyadari bahwa mereka harus menarik diri sejenak dari semua kegiatan dan persoalan hidup mereka.

Saudara-saudari yang baik,
Kita perlu perahu yang di dalamnya Allah ada dan siap membantu kita. Allah adalah nakoda perahu yang siap mengarahkan dan mengantar kita pada kebaikan hidup kita. Marilah kita menyediakan waktu untuk diri kita, bersama dengan Allah dan di dalam Allah.

Bacaan selanjutnya Yesus Memilih Para Murid.

Salam dan berkat di dalam Hati Kudus Yesus
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
20 Januari 2011




Kebenaran (19 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik : 19 Jan 2011
Bacaan I: Ibrani 7:1-3,15-17
Bacaan Injil: Markus 3:1-6

"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat."  (Mrk 3:4)

Saudara-saudari yang baik,
Bacaan injil hari ini, Mrk 3:1-6, ditampilkan kisah penyembuhan yang dilakukan Yesus pada hari Sabat. Hari Sabat adalah hari yang kudus bagi umat Israel. Orang diharuskan memuji Allah, dan tidak boleh melakukan kegiatan yang lain. Hari Sabat adalah hari yang dikuduskan bagi Allah. Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat dan di situ ada orang yang mati sebelah tangannya. Yang menarik dalam kisah ini adalah sikap orang Farisi yang mengamati-amati Yesus, kalau-kalau Yesus menyembuhkan orang tersebut. Dan ini adalah kesemptan untuk menyalahkan Yesus. 

Saudara-saudari yang baik,
banyak orang juga kadang bisa bersikap seperti orang Farisi, mengamati-amati untuk orang lain untuk menjatuhkan atau menghukum orang tersebut. Sikap demikian biasanya didasari oleh sikap iri hati, dendam atau merasa disaingi. Ketika sikap-sikap ini mendasari hidup seseorang, maka orang tidak bisa lagi melihat kebaikan atau kebenaran yang ada pada diri orang lain. Orang ini merasa bahwa dia yang paling benar, yang lain salah. Jika sikap merasa benar dan yang lain salah terus hidup, maka yang selanjut terjadi adalah timbul sikap arogansi, anarkis.

Saudara-saudari yang baik,
Yesus berkata, "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat." ( 3:4). Melalui kata-kata ini, Yesus sebenarnya mau menyadarkan orang Farisi, bahwa pada hari Sabat, hari kudus Tuhan, orang justru harus melakukan kebaikan. Melalui kebaikan itu orang, orang dapat memuji Allah. Kekudusan itu pasti bersifat baik bukan sebaliknya. Yesus mau menunjukkan suatu sikap atau tindakkan yang benar terhadap hari Sabat.

Saudara-saudari yang baik,
umat beriman juga diharapkan bisa bersikap atau melakukan tindakan yang benar terhadap suatu keadaan, peristiwa atau terhadap orang lain. Hal ini juga dilakukan oleh Imam Melkisedek yang selama hidupnya melakukan sesuatu yang benar. Melkisedek dikenal sebagai raja kebenaran (Ibr  7:2). Maka marilah kita berusaha bersikap dan berlaku benar dalam segala hal.

Bacaan selanjutnya Bebas Dari Himpitan.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
19 Januari 2011

Pengharapan (18 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Monday, January 17, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Harian Katolik :  18 Jan 2011
Bacaan:
Pertama: Ibr 6:10-20
Injil: Mrk 2:23-28

 "...kalian jangan menjadi lamban, tetapi tetap bersemangat mengikuti jejak mereka yang  oleh iman 
dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah."
(Ibr 6:12).

Saudara-saudara yang baik,
apakah Anda punya harapan? Jawabannya pasti ada. Setiap orang pasti mempunyai harapan di masa yang akan  datang. Ada berbagai macam harapan, yang pasti harapan itu menunjuk kepada suatu kebaikan atau kemajuan. Semua orang berharap bahwa pengharapan itu dapat terwujud di dalam kehidupan mereka. Namun ada kalanya harapan tinggal harapan karena harapan tidak terwujud.

Saudara-saudari yang baik,
dalam bacaan pertama hari ini, Ibr 6:10-20, penulis menasihatkan kepada para jemaat di Ibrani, agar tetap mempunyai pengharapan dalam segala situasi hidup. Umat beriman harus tetap bersemangat dan bersungguh-sungguh berusaha melakukan tugas kehidupan mereka,  terutama dalam mewujudkan harapan-harapan. Umat beriman harus sabar. Kesabaran adalah salah satu keutamaan hidup umat beriman. 

Saudara-saudari yang baik,
keutamaan kesabaran memberikan kepada umat beriman pemahaman bahwa Allah telah menyediakan sesuatu kepada kita. Di sini dibutuhkan iman/kepercayaan yang teguh dari umat beriman. Iman akan Allah yang tidak meninggalkan umat-Nya, yang setia dan pasti akan menepati janji-Nya. Karena itu Saudara-saudari yang baik, Marilah kita tetap bersabar dalam pengharapan kita dan tetap percaya bahwa Allah pasti akan menggabulkan pengharapan itu. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan." (Rom 15:13).

Bacaan selanjutnya Kebenaran.
Salam dan berkat dalam hati Kudus Yesus
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
18 Januari 2011

Jangan Membandingkan (17 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Sunday, January 16, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Katolik : 17 Jan 2011 
"Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
(Mrk 2:18)
Saudara-saudari yang baik,
pada bacaan Injil hari ini (Senin - Mrk 2:18-22), ditampilkan orang-orang yang bertanya kepada Yesus,  "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak? Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa." (2:18-19). Jawaban yang diberikan oleh Yesus bukan berarti bahwa Yesus menganjurkan para murid  untuk tidak berpuasa. Yesus hanya mau mengatakan bahwa ketika Ia bersama mereka, mereka akan bergembira, dan saatnya akan tiba, ketika Ia pergi meninggalkan para murid. Pada waktu itu mereka akan bersedih dan berpuasa.

Saudara-saudari yang baik,
yang menarik dari bacaan ini adalah bahwa, orang-orang membandingkan murid-murid Yohanes dan orang Farisi dengan Yesus dan para murid-Nya.  "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"  Dalam kalimat di atas, orang-orang yang membandingkan itu mau mengatakan mengapa murid-murid Yesus tidak sama dengan murid-murid Yohanes.  Dalam kehidupan, sering orang membandingkan dirinya dengan orang lain. Membandingkan orang lain biasa dengan mengatakan, "mengapa dia tidak seperti saya sih?" Kalau ada kata  seperti ini, maka yang dimaksudkan adalah orang lain harus sama seperti dirinya, dengan kata lain ada pemaksaan terhadap orang lain. Dalam kasus yang lain ada ungkapan demikian, "Mengapa aku tidak bisa sama seperti dia?". Ungkapan yang demikian mempunyai maksud keirian hati.

Saudara-saudari yang baik,
Janganlah memaksakan orang lain harus sama dengan kita, karena orang dilahirkan dalam keadaan  unik. Keunikan itu mau menunjukkan bahwa yang satu berbeda dengan yang lain. Kesadaran akan keunikan itu juga membuat orang tidak menjadi iri hati, karena dirinya juga unik. Marilah kita saling menghargai dan menerima orang lain apa adanya, dengan keunikkannya.

Bacaan selanjutnya Pengharapan.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
17 Januari 2011 

Pengakuan dan Penghargaan (16 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Saturday, January 15, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Katolik : 16 Jan 2011

"Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, 
sebab Dia telah ada sebelum aku." 
(Yoh 1:29-30).
Saudara-saudari yang baik, 
dalam bacaan Injil hari ini, Yohanes 1:29-34, Yohanes memberi kesaksian tentang siapa Yesus itu sesungguhnya. Yohanes menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa Yesus adalah yang dinantikan dan Dia adalah Anak Allah. Sikap Yohanes ini menampakkan suatu pengakuan akan kebenaran yang ada pada orang lain dan sekaligus penghargaan akan diri Yesus sesungguhnya. Tidak ada sesuatu yang ditutupi oleh Yohanes, suatu pengakuan yang jujur

Saudara-saudari yang baik,
Sikap Yohanes hendaknya menjadi teladan bagi kita, bahwa hendaknya kita mempunyai sikap pengakuan akan kehadiran dan penghargaan akan pribadi orang lain. Sering orang tidak bisa mengakui dan menghargai keberadaan orang yang ada di sekitar kita.  Kehadiran orang lain dirasakan sebagai suatu ancaman. Dan tak jarang  menimbulkan sikap anti, bahkan menyingkirkan orang tersebut. 

Saudara-saudari yang baik,
Penghargaan terhadap orang lain sungguh dibutuhkan, karena dengan demikian kita menerima orang tersebut. Orang yang sangat membutuh pengakuan dan penghargaan dari kita pertama-tama adalah keluarga kita: suami-isteri, anak-anak. Di luar keluarga adalah rekan kerja, rekan kegiatan (di gereja atau di kelompok-kelompok sosial). Betapa indahnya kalau orang bisa memberikan pengakuan dan pernghargaan kepada orang lain. Ayo mari kita beri penghargaan dan pengakuan bagi saudari-saudari kita.

bacaan selanjutnya Jangan Membandingkan.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ 
16 Januari 2011 

Sabda Allah (15 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Katolik :  15 Jan 2011

Saudara-saudari yang baik,
Ketika saya berada di keuskupan Timika (Papua), pada hari minggu saya bisa membedakan apakah orang itu beragama katolik atau Kristen. Perbedaan itu bisa dilihat dari apa yang dibawa oleh masing-masing orang. Orang katolik akan membawa Puji Syukur atau Madah Bakti, kalau yang membawa Kitab Suci itu pasti orang Kristen.  Bagi orang Kristen, Kitab Suci adalah sesuatu yang sangat penting, maka dalam ibadat yang menjadi pokok  adalah Sabda. Sabda mempunyai peran sentral dalam ibadat Kristen.

Saudara-saudari yang baik,
Dalam bacaan pertama hari ini Ibrani 4-12-16, penulis mengingatkan bahwa pentingnya Sabda dalam hidup umat beriman. Penulis Ibrani mengatakan bahwa, “sabda Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (14). Kalau orang biasa membaca sabda dan merenungkan sabda itu maka sabda itu sungguh hidup dan menghidupi orang tersebut. Orang yang biasa merenungkan mampu bersikap dan berbuat bijaksana, karena Sabda itu mampu menjadi tolok ukur untuk pertimbangan.

Saudara-saudari yang baik,
Harus diakui bahwa sebagai umat beriman, banyak dari kalangan kita yang jarang atau mungkin sama sekali tidak membaca Kitab Suci secara pribadi. Kitab Suci menjadi barang yang tak tersentuh di dalam rumah. Kitab Suci menjadi barang yang ‘unik’, pajangan yang tidak mendapat tempat di hati. Mari kita kembali ke salah satu dasar sumber iman kita, yakni Kitab Suci. Kebiasaan membaca Kitab Suci, berarti kita juga sudah menghadirkan dan  menghidupkan Allah dalam diri kita. Jadikanlah membaca Kitab Suci sebagai kebutuhan Anda. Selamat membaca Kitab Suci. Semoga Sabda Allah hidup dan tinggal di dalam diri kita.

Bacaan selanjutnya Pengakuan Dan Penghargaan.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
15 Januari 2011

Nasihat (13 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Wednesday, January 12, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Katolik : 13 Jan 2011

Saudara-saudara yang baik,
Melanjutkan renungan kemarin, di mana dikatakan bahwa setan mempunyai banyak cara untuk menjauhkan manusia dari Allah. Memang ada orang-orang yang mudah terjerumus dalam dosa. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, orang tersebut hendaknya bangkit, tidak terbenam dalam lumpur kedosaan. 

Saudara-saudari yang baik,
Penulis Kitab Ibrani (Bacaan pertama Ibr 3:7-14), menasihatkan   kita, bahwa setiap umat beriman mempunyai kewajiban untuk mengingatkan dan memberikan nasihat kepada saudaranya yang jatuh ke dalam dosa. "nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari selama masih dapatkan dikatakan "hari ini" (Ibr 3:13). 

Saudara-saudari yang baik, 
pada kenyataan hidup, yang terjadi seringnya bukan memberi nasihat, tetapi banyak orang justru membicarakan atau menggosipkan saudara yang berdosa itu, bahkan memberi stigmata sebagai pendosa. Kalau orang sudah memberi stigmata kepada saudara yang berdosa itu, sebenarnya orang tersebut sudah memberi hukuman kepada si pendosa. Padahal Yesus melarang orang untuk menghukum sesamanya.

Saudara-saudari yang baik,
banyak dari umat beriman sulit untuk memberikan nasihat kepada saudaranya yang jatuh ke dalam dosa. Ada beberapa alasan orang sulit atau tidak mau menasihati saudaranya, antara lain: 

1. Merasa dirinya sendiri belum baik. Perasaan ini membuat orang tidak percaya diri.
2. Takut tidak diterima  bahkan bisa diserang balik dari yang dinasihati ("Kamu sendiri belum baik hidupnya, sudah berani beri nasihat"), bahkan bisa dimusuhi.

Berhubungan dengan alasan kedua ini, Penulis Kitab Ibrani menasihati kita, "hendaknya kita jangan bertegar hati" (13). Kita diajarkan untuk menjadi rendah hati mendengarkan nasihat yang baik dari saudara kita.  Di sinilah perlu keterbukaan hati untuk dimasuki sesuatu yang baik. Tidak hanya keterbukaan, tetapi juga dibutuhkan kemampuan untuk mengosongkan diri, bagi nasihat yang baik.

Saudara-saudari yang baik,
sebagai umat beriman, kita mempunyai kewajiban memberikan nasihat yang baik kepada saudara-saudari yang membutuhkan nasihat kita. Dan kita juga diharapkan mau mendengar nasihat dari saudara-saudari kita.
"Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, "Jangan kalian bertegar hati."

Bacaan selanjutnya Sabda Allah.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus
Rm. F.A. Adi Purnama S,SCJ
13 Januari 2011











Awas Popularitas (12 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Tuesday, January 11, 2011
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Katolik :  12 Jan 2011

Saudara-saudari yang baik,
dalam renungan kemarin, dikatakan bahwa setan mempunyai banyak  cara untuk menjauhkan manusia dari kekudusan atau membuat manusia jatuh dalam dosa. Salah satu cara muslihat setan menjerumuskan manusia ke dalam dosa adalah popularitas. Hari ini dalam Bacaan Injil Mrk 1:29-39, mengambarkan Yesus yang dikerumuni banyak orang, dan Ia menyembuhkan banyak orang sakit dan mengusir banyak setan (1:34).

Yesus menjadi tokoh yang populer. Yesus dicari banyak orang karena pengajaran-Nya yang menarik, mampu menyembuhkan orang dan mengusir setan-setan. Ada yang menarik di ayat 34 kalimat terakhir, "Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.". 

Saudara-saudari yang baik,
sekali lagi Yesus mengenal tipu muslihat setan. Setan mencoba memanfaatkan popularitas Yesus, supaya semakin banyak orang yang mencari, mengikuti  Yesus. Semakin banyak orang mengikuti Yesus, semakin Yesus sibuk melayani mereka.  Di sini Yesus menyadari keadaan itu, maka Dia menyediakan waktu untuk berdoa, dan setelah itu Dia memutuskan untuk segera pindah ke tempat lain.

Saudara-saudari yang baik,
tak jarang dan tidak sedikit banyak orang yang mencari popularitas. Dewasa ini banyak cara yang dapat digunakan untuk mencari popularitas, salah satunya melalui sosial network (jaringan sosial) misalanya; Facebook, twitter, dll. Orang selalu melihat dan mencari berapa teman yang ada dalam jejaringnya. Supaya semakin banyak orang yang mengikuti jejaringnya, tak segan-segan orang membuat komentar-komentar yang aneh, bahkan tidak layak. Semakin banyak komentar-semakin senang dan semakin sibuk membalas komentar-komentar tersebut. Pada saat ini orang tidak lagi memperhatikan keadaan dirinya dan relasinya dengan Tuhan. Orang disibukkan untuk menjawab komentar yang ada. Waktu habis untuk menjawab komentar. Di sini sebenarnya setan bermain dan sudah berhasil menjauhkan manusia dari Allah. 

Saudara-saudari yang baik,
Yesus memberikan contoh kepada kita, bahwa kita harus mempunyai waktu untuk bersama dengan Allah. Bahkan Yesus mencoba menghindari diri-Nya dari popularitas. Bersama dengan Allah dalam doa, membuat manusia teguh iman dan terhindar dari godaan setan. Maka marilah kita memberikan waktu bersama dengan Allah, dan juga jangan tergoda mengejar dan mencari popularitas yang dapat menjerumuskan kita dalam dekapan setan.

Bacaan selanjutnya Nasihat

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
12 Januari 2011 

Waspadalah Terhadap Setan (11 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
bisnis paling gratis

Kategori Renungan Katolik : 11 Jan 2011

Saudara-saudari yang baik,
Teks Injil Mrk 1:21-18 yang hari ini kita baca adalah teks  kunci Injil Markus memperkenalkan siapa Yesus sesungguhnya. Dalam teks ini, Markus menampilkan Yesus sebagai “Yang Kudus dari Allah” (1:24). Dalam bacaan kemarin, Yesus berkata, “Bertobatlah dan percaya kepada Injil” (Mrk 1:15). Percaya kepada Injil artinya percaya kepada Yesus, Sang Maha Kudus. Menerima Dia yang adalah utusan Allah. Yesus yang Kudus, yang lahir dan hadir ke dunia menandakan kuasa Allah yang kudus, yang mau menguduskan umat-Nya. Kalau kekudusan itu hadir berarti segala bentuk roh jahat, setan akan lenyap. Dalam Injil hari ini Markus menuliskan demikian: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami.” (1:24). Si setan menyadari bahwa kuasa Allah, kuasa Kekudusan sudah meraja di bumi.

Saudara-saudari yang baik,
Menarik dalam kalimat selanjutnya, setan memberikan pengakuan siapa Yesus sesungguhnya, “Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Pengakuan setan ini ditolak oleh Yesus. Apakah ada yang salah dari pengakuan si setan? Kalau kita lihat tidak ada yang salah dari pengakuan si setan. Namun Yesus tahu bahwa pengakuan si setan bersifat palsu, bukan pengakuan murni. Setan dengan segala cara, dengan muslihatnya, dengan godaannya, senantiasa mencoba menjebak dan menjauhkan manusia dari kekudusan. Oleh sebab itu sebagai pengikut Yesus, kita harus hati-hati terhadap muslihat si setan.

Saudara-saudari yang baik,
pertobatan dan penyembuhan sejati pertama-tama adalah   harus menolak atau menundukkan setan yang ada di sekitar kita atau di dalam diri kita. Kita harus sadar dan waspada sebab, Setan itu , “berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Ptr 5:8). Selain itu  harus disadari bahwa kita sudah dikuduskan oleh Allah berkat Yesus (bacaan pertama Ibr 2:11). Kalau kekudusan itu sungguh kita sadari maka kita sungguh bisa menghadirkan kekudusan itu dalam hidup kita dan mengusir kuasa setan dalam diri kita.

Saudara-saudari yang baik,
Marilah kita mohon kepada Allah, agar diberi kuasa mengusir kekuatan jahat atau kekuatan setan yang ada di sekitar kita. 

Bacaan selanjutnya Awas Popularitas.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
11 Januari 2011

Bertobatlah (10 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Sunday, January 9, 2011
bisnis paling gratis

Kategori : Renungan Katolik.

Saudara-saudari yang baik,
Hari ini  kalender liturgi sudah memasuki hari atau minggu biasa. Masa natal sudah selesai yang ditandai dengan Perayaan Pembaptisan Tuhan. Injil hari ini memperlihatkan Yesus yang tampil memberitakan Injil Allah. "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat.  Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!". (Mrk 1:15). Pewartaan pertobatan diwartakan oleh Yesus bukanlah sesuatu yang baru. Nabi-nabi sebelumnya juga melakukan hal yang sama, bahkan Yohanes Pembaptis juga melakukan hal yang sama. Bacaan ini juga senantiasa kita dengar, dan warta pertobatan sering kita dengar dalam kotbah atau dalam renungan yang lainnya.

Saudara-Saudari yang baik,
jika warta pertobatan selalu didegungkan, pertanyaannya adalah mengapa masih banyak orang yang tidak bertobat? Menarik yang dilakukan oleh Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes, ketika diajak oleh Yesus mengikuti-Nya. Mereka langsung mengikuti Yesus dengan meninggalkan segala sesuatu yang ada pada dan di dekat mereka. Pertobatan yang sejati adalah sama seperti Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes yang meninggalkan apa saja tanpa ada kata tetapi atau pertimbangan untung-rugi.

Saudara-saudari yang baik, 
ketika kita mau bertobat, kadang-kadang kita mempunyai pertimbangan, nanti saya tidak bisa menikmati itu lagi, nanti ditinggalkan teman-teman, nanti, nanti dan nanti...... Ada begitu banyak alasan untuk berdalih dari pertobatan. Bahkan ada pikiran demikian, "Gak apa-apa sekali-kali berdosa, kan Allah Maha Rahim. Dia pasti akan mengampuni kita".

Saudara-saudari yang baik,
jika kita mau bertobat, bertobatlah sepenuh hati, tanpa kata tetapi. Mohonlah pada Allah agar memampukan kita untuk bertobat sungguh. Berkat Tuhan.

Bacaan selanjutnya Waspadalah Terhadap Setan.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
10 Januari 2011
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ 

Lemah-Lembut (Hari Raya Pembaptisan Tuhan - 9 Jan 2011).

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Saturday, January 8, 2011
bisnis paling gratis

Kategori : Renungan Katolik 

Saudara-Saudari yang baik,
Hari ini adalah Hari Raya Pembaptisan Tuhan Yesus. Bacaan Injil dari Matius 3:13-17. Dalam Injil dikisahkan bahwa Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis untuk menerima baptisan. Menarik dalam kisah baptisan Yesus adalah ketika Yesus keluar dari air, langit terbuka dan burung merpati turun atas-Nya. Lalu terdengar suara dari langit, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat 3:16-17).

Burung merpati sebagaimana kita sudah ketahui bersama melambangkan Roh Kudus. Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dalam hal ini ditampakkan sebagai sesuatu yang lembut, bukan menghancurkan. Yesus yang datang ke dunia, tidak seperti Nabi Nuh yang membawa kehancuran dengan air bahnya. Yesus datang justru membawa rahmat penyembuhan, pembebasan bagi yang tertindas, mewartakan tahun rahmat Tuhan sudah datang. "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya," (Yes 42:3).

Saudara-saudari yang baik,  masyarakat saat ini nampak arogan, mudah tersulut marah, kasar. Orang sudah tidak bisa bersikap lembut. Tersinggung sedikit langsung bertindak anarkis. Sikap kasar   sering terjadi dalam rumah tangga. Suami kasar terhadap isteri, juga sebaliknya isteri bisa bersikap kasar terhadap suami. Orang tua bersikap kasar terhadap anak-anak dan anak-anak juga bisa bersikap kasar. sikap kasar terwujud dalam tindakan dan verbal (kata-kata). Melalui tindakkan biasa dalam bentuk aniaya, dalam bentuk kata-kata adalah hinaan.

Saudara-saudari yang baik, kita semua sudah menerima baptisan, berarti kita menjadi pengikut Kristus. Kita diharapkan mampu melaksanakan perutusan Yesus. Perutusan Yesus ialah membawa damai dan bersikap lembut. Bersikap lembut walaupun kita dikasari. Dengan sikap lembut kita mampu menciptakan kedamaian bagi diri kita sendiri maupun bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Amsal menuliskan demikian,"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah." (Ams 15:1) Maka marilah kita menerapkan hidup penuh kelemah-lembutan. "Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi." (Mat 5:5).

Bacaan selanjutnya Bertobatlah

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus
9 Januari 2011
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ

Rendah Hati (8 Jan 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Friday, January 7, 2011
bisnis paling gratis

Kategori: Renungan Katolik

"Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil"
(Yoh 3:30) 

Saudara-saudari yang baik,
Di kancah dunia persepakbolaan Indonesia saat ini sedang terjadi perseteruan antara PSSI dengan panitia LPI (Liga Primer Indonesia). PSSI merasa bahwa LPI menyimpang dari peraturan yang ada di PSSI. Namun dibalik itu kalau dilihat ada nuansa bahwa PSSI merasa tersaingi oleh LPI. Ada berbagai pihak yang mendukung diselenggarakannya LPI, termasuk mendapat dukungan dari pemerintah.

Saudara-saudari yang baik, persaingan adalah suatu hal yang baik kalau persaingan itu sehat. Namun menjadi tidak sehat kalau persaingan itu pada akhirnya hanya untuk kemenangan diri sendiri, memperlihatkan arogansi kekuasaan, menggunakan cara-cara yang tidak wajar. Persaingan bisa terjadi di mana saja, termasuk di dalam keluarga. 

Perikopa Injil hari ini Yoh 3:22-30, memperlihatkan kepada kita bahwa Yohanes Pembaptis yang tampil terlebih dahulu diberitahukan oleh pengikutnya bahwa Yesus melakukan hal yang sama seperi Yohanes yaitu membaptis. Di sini Yohanes memperlihatkan suatu kualitas keutamaan, yakni kerendahan hati. Ia tidak merasa disaingi oleh Yesus, "Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yoh 3:29-30). 

Saudara-saudari yang baik, rendah hati adalah keutamaan hidup kristiani. Sering hidup kita diwarnai percekcokan, ketegangan, persaingan, perkelahian. Jika hidup kita diwarnai oleh sikap ini, maka ini indikasi kita kurang rendah hati. Marilah kita menjadi rendah hati. Latihkanlah diri untuk rendah hati, mohonlah kepada Tuhan untuk mengaruniakan kerendah-hatian. Salah satu dari 7 karunia Roh Kudus adalah Karunia kerendahan-hati.  Jika orang hidup dalam kerendah-hatian, maka Allah tinggal di dalam dirinya,  "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk."  (Yes 57:15).

Bacaan selanjutnya Lemah Lembut.

Salam dan berkat dalam Hati Kudus Yesus,
Rm. F.A. Adi Purnama S, SCJ
8 Jan 2011

MEMUJI (6 Januari 2011)

Berlangganan Tulisan Terbaru dari Kloter 2000 by Email. Gratis !!! Klik Disini
Wednesday, January 5, 2011
bisnis paling gratis

Kategori : Renungan Katolik

"....Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia."
(Luk 4:15) 

Dear Saudara-saudari yang baik, 
Semua kita, manusia selalu senang kalau mendapat pujian. Tiada yang pernah menolak kalau dipuji. Kebalikan dari pujian adalah hinaan. Tiada satu pun orang yang mau dihina. 

Hari ini dalam bacaan Injil Luk 4:14-22a, khususnya ayat 15 dikatakan bahwa Yesus menerima pujian dari para pendengar-Nya, "... .Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia." Yesus dipuji karena pengajaran-Nya yang berbeda daripada guru-guru yang ada pada waktu itu. Maka ketika di daerah asalnya orang tidak memuji pengajaran dan mukjizat-Nya, Yesus mengatakan, "Seorang Nabi tidak dihargai di tempat asalnya."

Saudara-saudari yang baik, memuji dapat memperkembangkan diri kita dan diri orang lain. Dengan memuji orang lain, sebenarnya kita mengembangkan dimensi cinta kasih dalam diri kita. Kalau kita mampu memuji orang, sebenarnya kita juga mampu mencinta orang lain.

Memuji orang lain, berarti kita membantu orang lain untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, mengembangkan hidupnya. Memuji orang lain berarti kita juga memuji Dia yang menciptakan orang tersebut. Memuji orang berarti memberkati orang tersebut.

Kebalikan Memuji adalah Menghina. Menghina orang lain mempengaruhi diri bahwa kita kurang mampu mencintai. Menghina orang lain, dapat menghancurkan orang. Menghina orang lain, berarti menghina Dia yang menciptakan orang tersebut. Menghina orang, berarti mengutuk orang tersebut.

Saudara-Saudari yang baik, marilah keluarkan kata-kata pujian dari mulut kita, agar mendatangkan berkat bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Sudah hari ini aku memuji saudara/saudariku?

Bacaan selanjutnya Rendah Hati

Salam dan Berkat dalam Hati Kudus Yesus.